HomeJenis KatarakKatarak Sekunder : Proses Terjadi Hingga Penanganannya

Katarak Sekunder : Proses Terjadi Hingga Penanganannya

Apakah ada keluarga atau kerabat anda yang sudah melakukan operasi Katarak namun kembali mengalami pandangan kabur setelah beberapa tahun? Kondisi ini disebut sebagai Katarak Sekunder. Umumnya keluhan ini tidak dialami semua penderita katarak. Prevalensinya sekitar 20-50% dengan jangka waktu 2-5 tahun pasca operasi. 

Dikenal juga dengan Posterior Capsule Opacification (PCO), jenis katarak ini lebih cepat ditemukan pada pasien dengan komorbiditas mata lain maupun komorbiditas sistemik seperti Glaukoma, Mata Kering (Dry-Eye), Hipertensi dan Diabetes Mellitus. Namun anda tidak perlu khawatir karena keluhan ini dapat diobati.

Proses Terjadinya Katarak Sekunder

Sebenarnya Katarak tidak dapat muncul kembali setelah dilakukan operasi katarak. Katarak Sekunder muncul karena adanya partikel kecil atau sel yang tertinggal selama operasi sehingga menyebabkan lensa menjadi keruh atau pandangan kabur.

Pada saat operasi katarak, kapsul lensa memang ditinggalkan agar dapat menempatkan lensa buatan (intraocular Lens). Sel dari lensa secara alami akan mengalami perubahan sehingga menyebabkan kekeruhan kembali pada kapsul.

Kriteria penderita Katarak jenis ini tidak diketahui secara pasti. Sama halnya dengan jarak antara operasi hingga munculnya keluhan ini. Namun jangan khawatir karena kondisi ini tidak berbahaya dan dapat diobati dengan cepat. Karenanya jangan menunggu hingga parah. Jika keluhan ini tidak segera ditangani dapat memicu pembesaran Katarak yang berujung pada terganggunya drainase cairan mata.

Baca juga:

Gejala Katarak Sekunder

Pandangan buram adalah salah satu gejala Katarak Sekunder

Pasien Katarak Sekunder akan mengalami gejala yang hampir sama saat Katarak Primer. Gejalanya pun akan berkembang seiring waktu. Beberapa gejala yang akan dirasakan :

  • Penglihatan ganda (double vision)
  • Kesulitan menentukan persepsi warna
  • Ketajaman penglihatan berkurang
  • Pandangan buram dan kabur
  • Silau saat melihat cahaya

Jika anda mengalami kembali gejala ini pasca operasi Katarak pastikan untuk segera mendatangi dokter mata atau klinik mata agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Faktor Risiko Katarak Sekunder

 Salah satu faktor resiko Katarak Sekunder adalah Katarak Traumatik
  1. Usia muda

Apabila operasi Katarak dilakukan pada usia muda dapat memiliki resiko muncul Katarak jenis ini

2. Diabetes Melitus

Pasien Katarak yang memiliki keluhan diabetes melitus memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami Katarak jenis ini.

3. Peradangan Mata (Uveitis)

Uveitis ditandai dengan radang, kemerahan, dan rasa gatal pada bagian tengah mata (Uvea)

4. Retinitis Pigmentosa

Merupakan kerusakan dan kehilangan sel pada Retina. Biasanya penderita akan kesulitan melihat pada malam hari. Pasien yang memiliki keluhan ini memiliki resiko mengalami Katarak jenis ini.

5. Katarak Traumatik

Penderita Katarak yang disebabkan karena trauma, pasca operasi memiliki resiko mengalami Katarak jenis ini

Baca juga:

Penanganan Katarak Sekunder

Alat Ndyag Laser

Sebelum melakukan penanganan, dokter akan memastikan diagnosa terlebih dahulu. nantinya dokter akan melkaukan serangkaian pemeriksaan dari pengecegakn gejala hingga ketajaman penglihatan. Jika memang benar terdiagnosa Katarak Sekunder maka dokter akan segera melakukan penanganan.

Terdapat dua cara dalam menangani Katarak jenis ini. Jika Katarak Sekunder terjadi di tepi lensa dan tidak mengganggu penglihatan, maka dokter mata tidak perlu melakukan tindakan operasi. Namun jika telah mengakibatkan pandangan kabur maka pasien akan menjalani tindakan laser. Tindakan ini disebut Neodymium, Yttrium Aluminum Garnet (Nd YAG) laser capsulotomy

Sama seperti Lasik, tindakan Nd YAG ini dilakukan dengan menggunakan sinar laser. Prosedur ini memakan waktu hanya 5-10 menit saja dan akan menghilangkan penglihatan buram, sehingga nantinya penglihatan anda kembali normal. Ini merupakan prosedur yang cepat, aman, tidak menimbulkan rasa sakit, dan memberikan hasil yang efektif.

Tonton juga info & tips kesehatan mata lainnya:

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular